DUMAI,(SinarRiau.com) – Paguyuban Flobamora Kota Dumai secara resmi menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi premanisme yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat di wilayah Kota Dumai. Pernyataan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengawal Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap kondusif.
Ketua Flobamora Kota Dumai, Yustanto, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik premanisme. Ia menginstruksikan seluruh jajaran anggota Flobamora untuk berperan aktif sebagai “Sabuk Kamtibmas”sebuah filosofi perlindungan yang melingkari dan menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kami menyatakan sikap menolak keras segala bentuk premanisme yang meresahkan. Flobamora Kota Dumai siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pihak kepolisian dan TNI guna menciptakan situasi yang aman dan tertib bagi seluruh warga,” ujar Yustanto dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Yustanto menjelaskan bahwa peran Flobamora bukan sekadar menjaga internal organisasi, melainkan juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan lingkungan. Ia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan aparat penegak hukum (APH) dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan.
Selain penegasan internal, Flobamora juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di Dumai untuk mempererat persatuan. Yustanto mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan setiap tindakan melanggar hukum atau intimidasi premanisme kepada pihak berwenang.
“Kota Dumai adalah rumah kita bersama. Menjaganya adalah tanggung jawab kolektif. Mari kita hindari tindakan anarkis dan lebih mengedepankan dialog serta supremasi hukum demi kemajuan kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.(AL)



























