BeritaKab.PelalawanPemerintahan

Pulihkan Paru-Paru Sumatera, Bupati Zukri Dukung Penuh Reforestasi 2.574 Hektare di TNTN

×

Pulihkan Paru-Paru Sumatera, Bupati Zukri Dukung Penuh Reforestasi 2.574 Hektare di TNTN

Sebarkan artikel ini

PELALAWAN,(SinarRiau.com) – Bupati Pelalawan, H. Zukri, SE, secara resmi menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pelalawan terhadap program pemulihan ekosistem melalui Reforestasi Tahap I di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Hal ini ditegaskan Bupati saat menghadiri peresmian reforestasi di lahan eks sawit Desa Segati, Kecamatan Langgam, Selasa (3/3/2026).

​Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Plt. Gubernur Riau, serta jajaran Forkopimda Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan.

​Dalam keterangannya, Bupati Zukri menekankan bahwa reforestasi TNTN merupakan momentum krusial untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan konservasi yang selama ini mengalami degradasi.

Baca Juga:  Camat dan Kades Ukui Bersatu: Hadirkan Advokasi Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

​”Pemulihan TNTN bukan sekadar menanam pohon, tapi ikhtiar kita bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang di Pelalawan. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan proses ini berjalan secara bertahap, terukur, dan harmonis,” ujar Bupati Zukri.

Program reforestasi di tahun 2026 ini menargetkan pemulihan seluas 2.574 hektare, sebagai bagian dari peta jalan besar pemulihan ekosistem seluas 66.704 hektare hingga tahun 2028. Pendanaan program ini bersumber dari APBN, rehabilitasi DAS, serta skema FOLU Net Sink.

Baca Juga:  Pj Bupati Inhil Herman Hadiri Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI SD Negeri 009 Tembilahan Kota

​Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan instruksi langsung Presiden RI melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Strategi yang dijalankan mengedepankan pendekatan restorative justice, relokasi persuasif bagi masyarakat, hingga pembersihan administrasi pertanahan agar status lahan kembali clear and clean.

Sebagai simbol dimulainya pemulihan, Bupati Zukri bersama rombongan kementerian melakukan penanaman 2.000 bibit pohon jenis lokal seperti Kulim, Pulai, Trembesi, dan Mahoni di atas lahan seluas 400 hektare yang telah kembali ke pangkuan negara.

Baca Juga:  Vonis Pelaku Pencabulan Terhadap Penyandang Disabilitas IR di Pelalawan, PH : Keadilan Berpihak kepada Kebenaran

​Tak hanya fokus pada penghijauan, komitmen perlindungan satwa liar juga dipertegas. Usai kegiatan di Langgam, rombongan bertolak ke Mapolda Riau untuk mengikuti konferensi pers pengungkapan kasus perburuan gajah di kawasan TNTN. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak memberikan ruang bagi perusak lingkungan dan pemburu satwa dilindungi.

​Dengan dimulainya Reforestasi Tahap I ini, diharapkan Taman Nasional Tesso Nilo dapat kembali berfungsi sebagai benteng keanekaragaman hayati di Sumatera sekaligus menyeimbangkan ekosistem di wilayah Kabupaten Pelalawan.

​(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250 Example 728x250

You cannot copy content of this page